Minuman Soju Berapa Persen Alkohol? 5 Fakta Minuman Asli Korsel

minuman soju

Pernahkah kamu melihat botol hijau yang sering tampil dalam serial drama Korea Selatan? Biasanya minuman itu hadir ketika pemeran sedang makan atau sedang bersama teman-temannya. Itu adalah minuman soju, alkohol khas Korea yang sudah mendunia. 

Melalui artikel ini kita akan mengupas lengkap mengenai soju, mulai dari definisi hingga cara tepat meminumnya. Ini adalah 5 fakta menarik mengenai minuman soju, asli Korea Selatan.

Apa itu Soju?

minuman Soju
Image Source: Canva

Soju adalah minuman tradisional Korea Selatan yang jernih dan tidak berwarna, serupa dengan vodka. Minuman soju ini biasa diminum murni menggunakan gelas shot atau dicampur dengan minuman lain seperti bir dalam koktail.

Umumnya, soju mengandung alkohol yang diproduksi melalui fermentasi dan distilasi bahan berpati, meskipun bahan dasarnya telah mengalami perubahan. Awalnya, soju dibuat dari beras, yang memberikan kualitas premium dan aroma lembut. 

Namun, larangan penggunaan beras di masa lalu menyebabkan produsen beralih ke ubi jalar dan tapioka. Saat ini, beberapa merek juga menggunakan gandum, barley, atau sereal untuk menghasilkan karakter rasa yang berbeda. 

Air dan sedikit pemanis seperti sukrosa juga ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa dan mengencerkan konsentrasi alkohol.

Kadar alkoholnya sangat beragam, tergantung jenis soju. Untuk yang modern umumnya memiliki kadar alkohol 16-20%, sementara varian rasa buah lebih rendah, sekitar 12-13%. 

Soju tradisional dapat mencapai 25-45% alkohol. Dibandingkan dengan bir atau wine, soju alkohol tergolong lebih tinggi, tetapi umumnya masih di bawah kadar vodka atau whiskey.

Dengan rasanya yang mudah dinikmati, arak Korea ini adalah pilihan populer sebagai minuman alkohol yang enak untuk berbagai kesempatan sosial.

Fakta-fakta Soju, Minuman Khas yang Berasal dari Korea

Fakta-fakta Soju
Image Source: Canva

1. Fenomena “Botol Hijau”

Penggunaan botol kaca hijau oleh hampir semua merek soju didasari kesepakatan produsen untuk memudahkan daur ulang. Dengan bentuk dan warna seragam, botol dapat dikumpulkan dan digunakan kembali oleh berbagai perusahaan, sehingga lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

2. Bahan Dasar yang Berubah karena Sejarah

Soju awalnya dibuat dari beras murni, namun pada periode 1960–1990, larangan penggunaan beras untuk minuman keras membuat produsen beralih ke ubi jalar, tapioka, dan gandum. Hal ini turut memengaruhi rasa soju yang kini cenderung lebih manis dan bersih.

3. Kandungan Soju dan Kadar Alkohol yang Bervariasi

Kandungan soju yang utama adalah alkohol, namun kadarnya berbeda-beda. Untuk jenis biasa memiliki kadar alkohol sekitar 16–24%, sementara varian tradisional premium dapat mencapai 45%. 

Dari sisi kalori, kalori soju umumnya lebih rendah dibanding minuman beralkohol sejenis, berkisar 50–60 kkal per 45 ml, tergantung varian rasa dan tambahan gula.

4. Memiliki Efek yang Mengejutkan

Meskipun termasuk minuman spirit, sebuah penelitian dari Seoul National University menunjukkan bahwa mengkonsumsinya dalam jumlah sedikit secara teratur dapat menurunkan risiko stroke secara signifikan, baik pada pria maupun wanita. Namun, konsumsi berlebihan tetap dapat memberikan efek minuman soju negatif terhadap kesehatan.

5. Alasan Soju Menjadi Minuman Populer

Arak Korea ini digemari karena dapat diminum kapan saja dan cocok dengan berbagai makanan Korea. Rasa soju yang ringan membuatnya mudah dinikmati, sementara kadar alkoholnya yang relatif rendah mengurangi risiko mabuk berlebihan. 

Bedanya dengan koktail, arak Korea ini umumnya diminum murni atau dengan campuran sederhana, sedangkan koktail cenderung melibatkan lebih banyak bahan dan teknik penyajian yang lebih variatif.

Cara Menikmati Soju dengan Benar

menikmati minuman soju dan kudapan khas korea
Image Source: Canva

Menikmati soju tidak hanya sekadar minum, tetapi juga menghayati tradisi dan nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya. Mirip bagaimana dengan Jepang memiliki sake, arak Korea ini juga merupakan minuman budaya dengan etiket sosial yang khas di Korea.

1. Etiket Menuang dan Menerima Soju

  • Menuang:

Saat menuang soju untuk orang lain, terutama yang lebih tua atau dihormati, pegang botol dengan tangan kanan dan sokong lengan atau pergelangan tangan dengan tangan kiri sebagai tanda hormat.

  • Menerima

Ketika gelas Anda diisi orang lain, terima dengan kedua tangan sebagai bentuk penghargaan. Pastikan menuangkan hanya ke gelas yang kosong.

2. Cara Meminum Soju

  • Hormat kepada yang Lebih Tua: 

Saat minum dengan orang yang lebih tua, sedikit memalingkan wajah ke samping dianggap sebagai sikap sopan.

  • Gelas Sekali Teguk: 

Gelas minuman ini umumnya dirancang untuk diminum sekali habis, tetapi menyesapnya perlahan juga dapat diterima. Sebelum dibuka, terdapat kebiasaan menggoyang botol dengan gerakan memutar untuk mencampur agar rasanya lebih merata.

3. Kombinasi Minuman

Jika soju murni terasa terlalu kuat, Anda dapat mencoba kombinasi berikut, yang menawarkan pengalaman rasa berbeda dibandingkan koktail pada umumnya:

  • Somaek (Soju + Bir): Campuran ikonik dengan rasio 1:2 atau 1:3 yang populer di bar dan restoran.
  • Soju + Yakult: Kombinasi manis dan asam yang disukai anak muda, mampu menutupi rasa alkohol dengan baik.
  • Soju + Air Soda/Lemon: Alternatif segar yang memberikan sensasi minuman bersoda ringan.

4. Menikmati dengan Anju (Makanan Pendamping)

Soju biasanya disajikan bersama makanan pendamping atau anju untuk menyeimbangkan kandungan alkohol dan memperkaya pengalaman rasa.

  • Makanan Berlemak: Seperti samgyeopsal (babi panggang) yang cocok untuk menetralkan rasa alkohol.
  • Sup Panas: Kimchi jjigae atau sup lainnya sering dinikmati dengan soju, terutama saat cuaca dingin.

Minuman Soju di Masa Sekarang

Dari minuman tradisional Korea, minuman soju kini telah menjelma menjadi bagian dari tren gaya hidup internasional. Popularitasnya didorong oleh penyebaran budaya Korea melalui K-Drama dan K-Pop, di samping cita rasanya yang khas.

1. Munculnya “Soju Halal” (Non-Alkohol)

Tren unik ini hadir terutama di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia. Versi ini sebenarnya bukan minuman soju sejati karena tidak mengandung alkohol, melainkan air berkarbonasi berperisa buah dalam kemasan botol hijau khasnya. Ini memungkinkan orang merasakan pengalaman visual tanpa mengonsumsi alkohol.

2. Revolusi Varian Rasa 

Jika dulu rasa soju identik dengan pahit dan tajam, kini pasar didominasi varian rasa buah seperti stroberi, persik, dan anggur hijau. Kadar alkoholnya lebih rendah (sekitar 12%) dengan rasa yang lebih manis, sehingga cocok untuk pemula atau yang kurang menyukai alkohol kuat.

3. Tren “Home-Mixing” dan Koktail

Orang kini jarang menikmati soju dalam bentuk murni. Banyak yang berkreasi mencampurnya dengan minuman lain yang mudah ditemukan, seperti Sprite, Yakult, atau jus kemasan, sehingga memperluas variasi rasa dan cara menikmatinya.

4. Ekspansi Produksi Lokal

Permintaan yang tinggi mendorong perusahaan di luar Korea, termasuk di Indonesia, untuk memproduksi soju secara lokal. Hal ini membuat harganya lebih terjangkau karena terbebas dari bea impor yang tinggi.

Nikmati Minuman Favoritmu di The Jungle Club Ubud

Minuman soju telah berkembang dari minuman tradisional Korea menjadi fenomena global yang mencakup berbagai varian rasa dan gaya penyajian. Dengan kadar alkohol yang bervariasi, serta adaptasi seperti versi halal dan produksi lokal, minuman ini terus relevan bagi berbagai kalangan dan budaya.

Untuk pengalaman minum yang unik di tengah suasana alam, kunjungi The Jungle Club Ubud yang menawarkan sajian eksotis. The Jungle Club menyediakan minuman eksotis dalam suasana yang memadukan keindahan alam Ubud dengan beragam pilihan minuman khas dan internasional.