Vermouth adalah bahan dasar dari cocktail klasik legendaris seperti Martini, Manhattan, dan Negroni. Bahan dasar itu kerap memberikan racikan yang pas antara rasa pahit, manis, serta aroma rempah untuk satu gelas cocktail.
Dengan kata lain, tanpa adanya vermouth, cocktail akan terasa flat dan rasa alkoholnya akan terlalu kuat. Alhasil, vermouth dapat menyatukan serta menyeimbangkan berbagai rasa yang berbeda dalam satu gelas.
Melalui artikel ini, Anda akan mendapat penjelasan mengenai vermouth adalah, jenis-jenis vermouth, memahami perbedaan profil rasa yang ditawarkan masing-masing varian, dan tentu saja, mengetahui racikan cocktail mana yang paling cocok dipadukan menggunakan vermouth jenis apa.
Vermouth Adalah? Bahan dan Proses Pembuatannya
vermouth adalah fortified wine (anggur yang kadar alkoholnya ditingkatkan) sekaligus aromatized wine (anggur yang diberi tambahan aroma dari tumbuhan).
Proses pembuatan minuman ini selalu dimulai dengan menggunakan white wine atau anggur putih. Satu fakta menarik, vermouth yang berwarna merah gelap pun tetap dibuat menggunakan bahan dasar anggur putih. Hal itu dipilih karena rasanya netral dan kadar alkohol awalnya rendah, sehingga mudah dicampur dengan rasa lain.
Setelah anggur putih dasar dipilih, dilakukan penambahan alkohol dan pemberian aroma. Sebagai sebuah fortified wine, anggur dasar ini dicampur dengan alkohol murni biasanya tidak memiliki rasa.
Penambahan alkohol tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni menghentikan proses fermentasi anggur, menaikkan kadar alkohol secara keseluruhan, dan membuat umur simpan minuman ini menjadi lebih lama dibandingkan anggur biasa.
Tahap selanjutnya adalah proses yang mengubah anggur ini menjadi aromatized wine. Anggur yang sudah dicampur alkohol tadi kemudian direndam dengan campuran botanicals (bahan-bahan dari tumbuhan). Bahan tumbuhan ini bisa berupa rempah-rempah, akar pohon, bunga, kulit kayu, dan biji-bijian.
Syarat utama sebuah minuman bisa disebut vermouth adalah harus menggunakan wormwood (Apsintus). Wormwood ini memberikan rasa pahit yang menjadi ciri khas utama vermouth.
Selain itu, juga akan ditambahkan bahan botani lain seperti chamomile, kapulaga, kayu manis, dan kulit jeruk (citrus peel). Setiap vermouth memiliki resep rahasia campuran tumbuhannya sendiri, yang membuat setiap merek memiliki aroma dan rasa berbeda.
Sweet Vermouth vs Dry Vermouth
Saat melihat pilihan vermouth di pasaran, Anda akan menemukan dua jenis utama yang paling umum digunakan, yaitu sweet vermouth dan dry vermouth. Memahami perbedaan kedua jenis ini adalah syarat dasar jika ingin meracik minuman cocktail dengan benar.
Sweet vermouth adalah jenis yang berasal dari Italia. Dari segi warna, jenis ini memiliki warna merah kecokelatan gelap.
Warna gelap itu tidak didapatkan dari anggur merah, melainkan dari tambahan gula yang sudah dipanaskan (gula karamel). Tambahan karamel ini membuat tekstur sweet vermouth lebih kental dan rasanya menjadi manis.
Secara keseluruhan, sweet vermouth memiliki rasa rempah kuat, rasa manis karamel, rasa buah-buahan yang gelap, dan diakhiri dengan sedikit rasa pahit. Karena rasanya tebal dan manis, minuman ini sangat cocok dipadukan dengan whiskey.
Oleh karena itu, sweet vermouth selalu digunakan sebagai campuran utama untuk membuat cocktail klasik seperti Manhattan atau Negroni.
Sebaliknya, dry vermouth adalah jenis yang berasal dari Prancis. Dari segi warna, jenis ini sangat pucat, hampir bening seperti air putih, atau terkadang sedikit kekuningan. Dalam dunia minuman, kata “dry” berarti tidak manis.
Sesuai dengan namanya, dry vermouth memiliki kadar gula sangat rendah. Rasanya jauh lebih ringan, segar, sedikit asam, dengan aroma daun herbal kering dan bunga yang kuat.
Karena rasanya ringan dan tidak menutupi rasa bahan lain, minuman ini sangat cocok dipadukan dengan gin. Dry vermouth adalah bahan wajib Anda gunakan untuk membuat cocktail Martini yang asli.
Jenis Vermouth Lainnya (Bianco dan Rosato)
Meskipun sweet dan dry adalah dua jenis yang paling banyak dicari, sebagian orang saat ini membuat jenis alkohol lainnya. Variasi ini sering dipakai oleh para bartender untuk membuat rasa cocktail lebih beragam dan sesuai dengan selera modern.
Jenis pertama yang cukup populer adalah bianco vermouth (atau sering disebut blanc). Bianco vermouth memiliki warna bening atau sedikit keemasan, mirip dengan dry vermouth. Namun, perbedaan utamanya ada pada kadar gulanya.
Bianco vermouth jauh lebih manis dibandingkan jenis dry, meskipun tidak semanis sweet vermouth. Minuman ini memiliki aroma vanilla dan buah jeruk sangat kuat.
Biasanya, bianco vermouth diminum dengan tambahan es batu, atau dicampur dengan air soda untuk menyegarkan tenggorokan di siang hari.
Jenis kedua yang perlu Anda ketahui adalah rosato atau rosé vermouth. Ini adalah jenis vermouth yang relatif baru. Minuman ini dibuat dengan menggunakan dasar anggur rosé, atau bisa juga dengan mencampurkan anggur putih dan anggur merah. Hasilnya, jenis ini memiliki warna merah muda.
Dari segi rasa, rosato berada tepat di tengah-tengah. Minuman ini tidak semanis dan sekental sweet vermouth, tetapi memiliki rasa buah segar dan rempah lebih kuat jika dibandingkan dengan bianco vermouth.
Warnanya yang merah muda sering dimanfaatkan untuk membuat cocktail terlihat lebih menarik secara visual.
Cocktail Klasik yang Menggunakan Vermouth
Sejarah mencatat banyak resep minuman cocktail terkenal di dunia yang tidak bisa dibuat tanpa menggunakan vermouth.
Berikut ini adalah beberapa contoh cocktail klasik yang sangat bergantung pada bahan ini:
Martini
Ini adalah racikan cocktail paling terkenal. Martini cocktail dibuat dengan mencampurkan gin dan dry vermouth. Fungsi vermouth di dalam campuran ini adalah untuk mengurangi rasa alkohol yang tajam dari gin dan memberikan aroma herbal. Gin dalam Martini pun dapat disesuaikan dengan selera sebagian orang.
Namun, Martini juga ada tidak dicampur dengan vermouth untuk menghasilkan kombinasi rasa yang pas. Espresso martini yang justru tidak pakai vermouth. Martini jenis ini bisa dinikmati oleh para pencinta kopi sejati.
Manhattan
Manhattan adalah cocktail berbahan dasar whiskey, biasanya menggunakan jenis rye whiskey atau bourbon. Cocktail ini dicampur dengan sweet vermouth dan beberapa tetes cairan pahit tambahan (bitters).
Rasa manis dan rasa karamel dari vermouth berfungsi untuk mengimbangi dan melembutkan rasa keras dan pedas dari whiskey.
Negroni
Negroni dibuat dengan rumus takaran yang sama rata untuk ketiga bahannya. Bahannya adalah gin, minuman keras bernama Campari, dan sweet vermouth.
Campari memiliki rasa yang sangat pahit. Di sinilah sweet vermouth berperan penting untuk memberikan rasa manis yang menyeimbangkan rasa pahit tersebut, sambil tetap menyatu dengan aroma gin.
Cara Menyimpan Vermouth
Banyak orang keliru dan menyimpan botol vermouth di lemari biasa seperti mereka menyimpan whiskey atau vodka. Ini adalah kesalahan besar.
Karena bahan dasarnya adalah anggur, minuman ini bisa rusak jika tidak disimpan dengan benar. Jika dibiarkan terkena udara terlalu lama, proses oksidasi akan terjadi dan rasanya akan berubah menjadi asam seperti cuka.
Berikut ini adalah cara menyimpan yang benar:
- Simpan di dalam kulkas: Suhu dingin kulkas akan memperlambat kerusakan minuman secara drastis. Selalu masukkan botol ke dalam kulkas segera setelah Anda selesai menuangkannya.
- Tutup dengan rapat: Pastikan botol selalu tertutup rapat. Makin sedikit udara yang masuk ke dalam botol, makin lama kualitas rasanya akan bertahan.
- Perhatikan batas waktu pemakaian: Vermouth yang sudah dibuka segelnya sebaiknya dihabiskan dalam waktu maksimal 1 hingga 2 bulan. Jangan menyimpannya selama bertahun-tahun.
- Jauhkan dari panas dan cahaya: Jika botol masih baru dan belum pernah dibuka sama sekali, Anda bisa menyimpannya di luar kulkas. Namun, pastikan tempat penyimpanannya sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Cicipi Cocktail Berbasis Vermouth di The Jungle Club Ubud

Sebagai ringkasan, vermouth adalah fortified wine beraroma yang menjadi fondasi dan bahan utama dari banyak cocktail klasik. Ada dua jenis utama yang digunakan di bar di seluruh dunia, yaitu sweet vermouth yang rasanya manis serta kental, dan dry vermouth yang rasanya ringan serta tidak manis.
Untuk membuktikan langsung bagaimana vermouth bekerja menyeimbangkan rasa, kami mengajak Anda untuk datang dan memesan minuman di The Jungle Club Ubud. Pesan meja Anda sekarang dan nikmati pengalaman minum cocktail klasik yang menyegarkan di The Jungle Club Ubud!
FAQs
- Apa perbedaan sweet vermouth dan dry vermouth?
Sweet berwarna merah kecokelatan, kental, dan manis (mengandung karamel). Dry berwarna bening/pucat, bertekstur ringan seperti air, dan rasanya tidak manis (cenderung sedikit asam).
- Apakah vermouth bisa diminum langsung tanpa dicampur?
Sangat bisa. Cukup sajikan dengan es batu dan irisan lemon/jeruk nipis sebagai minuman pembangkit selera makan. Bisa juga ditambah sedikit air soda.
- Berapa lama vermouth yang sudah dibuka bisa disimpan?
Botol yang sudah dibuka tahan 1 hingga 2 bulan jika ditutup rapat dan disimpan di kulkas. Jika dibiarkan di suhu ruangan, akan cepat menjadi asam.
- Apa yang bisa jadi pengganti vermouth?
Gunakan anggur manis (seperti Port wine) sebagai pengganti sweet vermouth, dan anggur putih yang tidak manis (seperti Sauvignon Blanc) untuk mengganti dry vermouth.
- Berapa kadar alkohol vermouth?
Berkisar antara 15% hingga 18%. Angka ini lebih tinggi dari wine biasa (10-14%), namun jauh di bawah minuman keras murni seperti vodka atau gin (±40%).
- Apakah vermouth sama dengan wine biasa?
Vermouth adalah wine yang diproses lebih lanjut dengan menambahkan alkohol murni dan direndam dengan berbagai akar, tumbuhan, serta rempah-rempahV

