Mengenal Sake: Minuman Beralkohol yang Berasal dari Jepang

Mengenal Sake

Rasa sake dikenal sangat beragam dan kompleks. Secara umum, karakter rasanya berada di antara wine dan bir, namun tetap memiliki keunikan tersendiri karena minuman asal Jepang ini terbuat dari beras yang difermentasi dengan teknik khusus. Minuman khas Jepang ini juga sering menjadi pilihan favorit untuk menemani makan malam, terutama saat musim dingin.

Melalui artikel ini, kita akan membahas sake secara menyeluruh, mulai dari asal-usulnya, proses pembuatan, hingga tradisi yang menyertainya. Berikut penjelasan lengkap untuk mengenal sake sebagai salah satu minuman beralkohol paling ikonik dari Jepang.

Mengenal Sake Jepang

Mengenal Sake Jepang
Image Source: Canva

Minuman sake Jepang adalah minuman beralkohol tradisional yang telah ada selama ribuan tahun dan sering disebut dengan istilah Nihonshu di Jepang. Berbeda dengan wine yang difermentasi dari gula buah atau bir yang melalui dua tahap proses (mengubah pati menjadi gula, lalu gula menjadi alkohol), sake Jepang asli menggabungkan kedua proses tersebut dalam satu wadah secara bersamaan.

Sake terbuat dari hanya empat bahan utama yang sederhana namun berkualitas tinggi: beras, air, Koji-kin, dan ragi. Kadar alkohol sake berkisar antara 15% hingga 17%, meski setelah proses fermentasi selesai, kadar alkoholnya bisa mencapai 20% sebelum diencerkan dengan air.

Ini menjadikan minuman Jepang ini sedikit lebih kuat daripada wine (yang umumnya sekitar 12%), namun jauh lebih ringan dibandingkan dengan minuman distilasi seperti vodka atau whisky. Perbedaan utama antara sake dan minuman distilasi lainnya terletak pada metode produksinya dan bahan bakunya.

Sake adalah minuman fermentasi murni dari beras, menghasilkan rasa yang lembut, kompleks, dan aromatik, sementara soju adalah minuman distilasi berbahan dasar seperti ubi atau tapioka, dengan kadar alkohol yang lebih tinggi (hingga 45%) dan rasa yang lebih tajam. Ini yang membedakan sake dan soju.

Jika kamu mencari minuman alkohol yang enak dengan rasa khas, sake adalah pilihan yang tepat. Harga minuman dari Jepang ini bervariasi tergantung kualitasnya, namun harganya cenderung terjangkau untuk semua kalangan.

Asal Usul Sake

Asal Usul Sake
Image Source: Freepik

Sake, minuman alkohol Jepang diyakini berasal dari Tiongkok sekitar tahun 500 SM, namun teknik pembuatannya disempurnakan di Jepang setelah pengenalan budidaya padi. Di masa kuno, terdapat versi awal yang dikenal sebagai Kuchikamizake, di mana masyarakat desa mengunyah beras dan meludahkannya ke dalam wadah.

Pada abad ke-8, teknik ini berkembang pesat setelah penemuan jamur Koji (Aspergillus oryzae), yang lebih higienis dan efisien menggantikan air liur. Selama berabad-abad, produksi sake didominasi oleh kuil Buddha dan Shinto, yang menjadikannya wine lokal atau minuman persembahan untuk dewa. 

Baru pada abad ke-17, pusat produksi besar mulai bermunculan di wilayah Itami dan Nada, menandai kelahiran industri sake modern yang kita kenal sekarang.

Jenis dan Klasifikasi Sake

Jenis dan Klasifikasi Sake
Image Source: winecarteldotcom

Berdasarkan Tingkat Pemolesan (Premium Sake)

  • Junmai

Sake murni tanpa tambahan alkohol distilasi. Rasanya cenderung berat, kaya akan rasa beras, dan memiliki sedikit asam.

  • Honjozo

Memiliki tingkat pemolesan minimal 70%, dengan sedikit tambahan alkohol distilasi untuk memperhalus rasa dan memperkuat aroma.

  • Ginjo

Jenis premium dengan tingkat pemolesan minimal 60%. Proses fermentasinya lebih lama pada suhu rendah, menghasilkan aroma buah dan bunga yang kuat.

  • Daiginjo

Kasta tertinggi (super premium) dengan pemolesan minimal 50%. Rasanya sangat halus, bersih, dan sangat aromatik.

Berdasarkan Metode Produksi Khusus

    • Nigori

    Sake yang tidak disaring sepenuhnya sehingga masih menyisakan sedimen beras. Berwarna putih keruh dan rasanya cenderung manis serta kental.

    • Namazake

    Sake mentah yang tidak melalui proses pasteurisasi. Rasanya sangat segar dan tajam, namun harus selalu disimpan di lemari es.

    • Sparkling Sake

    Sake berkarbonasi yang ringan dan menyegarkan, sering disajikan sebagai minuman pembuka.

    Selain itu, sake juga sering digunakan sebagai bahan dasar dalam koktail. Ada berbagai jenis koktail yang memanfaatkan minuman ini, memberikan sentuhan unik pada pengalaman menikmati minuman di luar tradisi Jepang.

    Proses dalam Pembuatan Sake

    Proses dalam Pembuatan Sake
    Image Source: Canva

    Proses pembuatan minuman alkohol dari Jepang ini dikenal sangat rumit karena melibatkan fermentasi paralel ganda, di mana perubahan pati menjadi gula dan gula menjadi alkohol terjadi secara bersamaan dalam satu wadah. Berikut adalah tahapan utama yang perlu Anda ketahui:

    • Penggilingan (Polishing)

    Beras khusus dipoles untuk menghilangkan lapisan luar yang mengandung protein dan lemak, sehingga hanya tersisa pati murni di bagian tengahnya.

    • Pencucian dan Pengukusan

    Beras dicuci, direndam, dan dikukus hingga mencapai tekstur keras di luar namun tetap lembut di dalam.

    • Pembuatan Koji

    Jamur Koji-kin ditaburkan pada beras kukus untuk mengubah pati menjadi gula sederhana. Proses ini sangat penting untuk membentuk rasa akhir dari minuman ini.

    • Pembuatan Starter (Shubo)

    Campuran beras koji, air, ragi, dan beras kukus digunakan untuk mengembangkan ragi dalam jumlah besar.

    • Fermentasi Utama (Moromi)

    Bahan-bahan dicampur dalam tangki besar selama 18 hingga 32 hari, di mana alkohol mulai terbentuk secara perlahan.

    • Penyaringan dan Pasteurisasi

    Setelah fermentasi selesai, sake diperas untuk memisahkan cairan dari ampas beras, lalu biasanya dipasteurisasi untuk menjaga kesegarannya sebelum dikemas.

    Mengenal Tradisi Sake Jepang dalam Kehidupan Sehari-hari

    Mengenal Tradisi Sake Jepang dalam Kehidupan Sehari-hari
    Image Source: Canva

    Dalam kehidupan masyarakat Jepang, sake bukan sekadar minuman beralkohol, melainkan elemen penting yang menghubungkan manusia dengan sesama, alam, dan para dewa.

    Berikut adalah beberapa tradisi utama minuman ini dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Jepang:

    1. Kagami Biraki (Upacara Memecahkan Tong Sake)

    Tradisi ini dilakukan pada acara-acara besar yang melambangkan kegembiraan dan awal yang baru, seperti pernikahan, peresmian gedung, atau perayaan tahun baru. 

    Sebuah tong kayu besar berisi sake (komodaru) dipukul bagian penutupnya menggunakan palu kayu hingga pecah, kemudian sake dibagikan kepada semua tamu sebagai simbol keberuntungan dan keharmonisan.

    2. San-san-kudo (Dalam Pernikahan Tradisional)

    Dalam pernikahan Shinto, pasangan pengantin melakukan ritual minum dari tiga cangkir merah (sakazuki) dengan ukuran berbeda. 

    Masing-masing meminum tiga tegukan dari setiap cangkir (total sembilan tegukan). Ritual ini melambangkan pengikatan janji suci antara pasangan dan kedua keluarga besar.

    3. O-miki (Persembahan di Kuil)

    Sake dianggap sebagai “minuman para dewa”. Di kuil-kuil Shinto, sake disajikan sebagai persembahan (O-miki). 

    Setelah upacara selesai, umat akan meminum sedikit sake tersebut sebagai bentuk komunikasi spiritual dan upaya mendapatkan perlindungan serta berkah dari para dewa.

    4. Hanami (Menikmati Bunga Sakura)

    Saat musim semi, masyarakat Jepang memiliki tradisi berkumpul di bawah pohon sakura yang sedang mekar. Sake menjadi pendamping utama dalam piknik ini. 

    Tradisi ini merayakan keindahan yang fana dan menjadi momen penting untuk mempererat hubungan sosial dengan teman maupun rekan kerja.

    5. Etika Menuang Sake (Oshaku)

    Hingga saat, ada aturan tidak tertulis di mana seseorang tidak boleh menuang sake ke cangkirnya sendiri, bahkan saat sedang berada di restoran Jepang

    Seseorang harus menunggu orang lain menuangkannya, dan sebaliknya, ia harus sigap menuangkan sake ke cangkir temannya saat sudah hampir kosong. Ini adalah bentuk penghormatan dan perhatian terhadap sesama.

    Kesimpulan

    Dari penjelasan kamu sudah memahami sake Jepang terbuat dari apa, kadar alkoholnya sampai dengan tradisi yang menyelimutinya. Dengan sejarah yang panjang dan peran penting dalam budaya Jepang, sake tidak hanya dinikmati untuk kesenangan, tetapi juga sebagai simbol keberuntungan dan keharmonisan dalam berbagai upacara.

    Untuk lebih mengenal spirits dan minuman beralkohol lainnya, blog Jungle Club Ubud adalah tempat yang tepat untuk mencari informasi seputar minuman khas Bali dan dunia spirits secara umum.