Apa Saja Minuman Jepang yang Mengandung Alkohol?

minuman jepang alkohol

Minuman Jepang beralkohol yang paling dikenal luas di berbagai media adalah sake. Berasal dari Jepang, minuman alkohol ini memiliki reputasi global berkat proses pembuatannya yang presisi, tradisi panjang, serta karakter rasa yang khas dan beragam. Keunikan inilah yang membuat minuman beralkohol Jepang semakin diminati, baik oleh penikmat budaya maupun pecinta kuliner di seluruh dunia.

Melalui artikel ini, kamu akan menemukan informasi lengkap seputar berbagai jenis minuman beralkohol asal Jepang. Mulai dari yang paling populer hingga yang memiliki karakter unik, berikut penjelasan mengenai minuman Jepang yang mengandung alkohol dan ciri khas masing-masing.

1. Sake (Nihonshu)

Sake (Nihonshu)
Image Source: Canva

Sake merupakan minuman alkohol Jepang yang ada di Indonesia dan paling ikonik hingga saat ini. Minuman fermentasi tradisional ini telah dikenal selama ribuan tahun dan kerap disebut sebagai “minuman para dewa” karena perannya dalam ritual keagamaan Shinto. 

Sake merupakan minuman khas Jepang yang dibuat dari empat bahan utama, yaitu beras khusus (sakamai), air murni, ragi, dan jamur kōji, yang diproses dengan teknik presisi khas Jepang. Karakter rasanya sangat beragam, mulai dari kering hingga manis dan fruity, dengan aroma lembut menyerupai apel atau pisang. 

Sake dapat dinikmati dalam berbagai suhu, dan biasanya disajikan dalam cangkir kecil saat acara formal, pernikahan, atau festival budaya. Cocok dipadukan dengan sushi dan sashimi, sake juga sering hadir di koktail bar modern, restoran Jepang yang premium.

Dari sisi harga, sake memiliki rentang yang sangat luas, mulai dari sekitar Rp500.000 hingga jutaan rupiah per botol untuk varian dengan tingkat pemolesan beras tinggi (seimaibuai).

2. Whisky Suntory

Whisky Suntory
Image Source: Website house.suntory.com

Whisky Jepang dari Suntory dikenal sebagai salah satu minuman spirit paling prestisius di dunia. Diproduksi dengan teknik yang terinspirasi dari Skotlandia namun disesuaikan dengan karakter rasa Jepang yang lebih halus. 

Whisky ini menggunakan bahan utama berupa jelai berkecambah, air pegunungan Jepang, dan ragi pilihan. Profil rasanya terkenal smooth dengan kompleksitas aroma bunga, madu, dan sentuhan kayu ek yang elegan, menjadikannya lebih mudah dinikmati dibandingkan whisky klasik Eropa. 

Di Jepang dan Indonesia, whisky Suntory populer disajikan sebagai Highball, yaitu dicampur soda dan es, di izakaya, koktail bar, hingga lounge eksklusif. Varian premiumnya kerap masuk daftar Minuman alkohol Jepang Termahal, dengan harga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah sementara versi standar tetap mudah ditemukan. 

3. Umeshu

Umeshu
Image Source: Canva

Umeshu adalah liqueur tradisional Jepang yang dibuat dengan merendam buah ume (prem Jepang) dalam alkohol dasar seperti shochu atau sake, lalu ditambahkan gula batu. Awalnya dikenal sebagai minuman herbal rumahan, umeshu kini menjadi salah satu minuman alkohol dari Jepang dengan penggemar luas.

Rasanya memadukan manis dan asam yang segar dengan aroma buah yang kuat, sehingga sering disebut sebagai minuman pencuci mulut. Umeshu biasanya dinikmati dingin, disajikan on the rocks, atau dicampur soda, dan sangat populer bagi penikmat minuman spirit ringan. 

Selain versi botolan, beberapa produsen juga menghadirkan minuman alkohol Jepang kaleng yang praktis dan mudah ditemukan di retail tertentu. Dengan harga relatif terjangkau, sekitar Rp400.000 hingga Rp900.000 per botol, Umeshu kerap hadir di restoran Jepang, koktail bar, hingga venue santai. 

4. Shochu

Shochu
Image Source: Canva

Shochu adalah salah satu minuman Jepang alkohol hasil distilasi yang telah dikenal sejak abad ke-16. Berbeda dengan sake yang melalui proses fermentasi, shochu dibuat dengan metode distilasi seperti vodka atau whisky, sehingga masuk dalam kategori minuman keras Jepang dengan karakter yang lebih tegas. 

Bahan dasarnya pun beragam, mulai dari ubi jalar (imo), jelai (mugi), beras (kome), hingga gula tebu. Dari segi rasa, shochu terasa lebih kuat dibandingkan sake namun tetap lebih ringan dan halus dibandingkan vodka. 

Karakter rasanya sangat dipengaruhi bahan dasar yang digunakan, shochu berbahan ubi biasanya lebih aromatik dan sedikit manis, sementara shochu berbahan jelai memiliki rasa yang lebih clean menyerupai gandum. 

Minuman ini fleksibel untuk dinikmati, baik diminum langsung, dengan es, maupun dicampur air hangat. Di Jepang dan Indonesia, shochu sering dinikmati saat makan malam santai di izakaya, atau disajikan di restoran fancy sebagai pilihan beverages yang lebih refined. Kisaran harganya di Indonesia umumnya berada di antara Rp600.000 hingga Rp1.200.000 per botol.

5. Chuhai (Shochu Highball)

Chuhai (Shochu Highball)
Image Source: Canva

Chuhai merupakan singkatan dari Shochu Highball dan menjadi salah satu minuman alkohol Jepang paling populer sejak era pasca Perang Dunia II. Minuman ini dibuat dari campuran shochu, soda, dan perisa buah seperti lemon, plum, atau grapefruit, menciptakan rasa yang ringan dan menyegarkan.

Profil rasanya mirip minuman berkarbonasi dengan sentuhan alkohol yang lembut, menjadikannya pilihan minuman alkohol yang enak dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan. Chuhai identik dengan suasana kasual dan sering hadir dalam bentuk kaleng siap minum. 

Inilah salah satu contoh minuman Jepang alkohol yang praktis dan populer untuk piknik, pesta rumah, atau makan siang santai. Di Indonesia, versi kaleng impor umumnya dijual dengan harga sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per kaleng dan dapat ditemukan di supermarket Jepang atau toko impor tertentu.

6. Koktail Kamikaze

Koktail Kamikaze
Image Source: Canva

Koktail Kamikaze memang memiliki nama bernuansa Jepang, namun sebenarnya merupakan koktail internasional yang berkembang setelah Perang Dunia II. Minuman ini terdiri dari campuran vodka, triple sec, dan jus jeruk nipis dengan takaran seimbang, menghasilkan rasa yang tajam dan menyegarkan.

Karakter rasanya dominan asam dengan sensasi alkohol yang cukup kuat, menjadikannya pilihan favorit bagi pencinta koktail klasik. Kamikaze sering disajikan sebagai shooter atau dalam gelas martini, terutama di bar dan klub malam. 

Di sinilah terlihat jelas bedanya koktail dengan minuman keras Jepang tradisional, koktail lebih berfokus pada perpaduan rasa dan presentasi, sementara minuman Jepang klasik menonjolkan karakter bahan dan teknik. Di Indonesia, koktail ini umum ditemukan di bar hotel, lounge, dan restauran mewah, dengan harga berkisar antara Rp120.000 hingga Rp200.000 per gelas.

7. Yuzuru

Yuzuru
Image Source: Canva

Yuzu-shu adalah salah satu fruit liqueur khas Jepang yang berasal dari tradisi mengawetkan buah musim dingin dalam alkohol, serupa dengan pembuatan umeshu. Minuman ini dibuat dari perpaduan kulit dan sari buah yuzu segar, gula, serta alkohol dasar seperti sake, shochu, atau brandy.

Ciri utama Yuzu-shu terletak pada rasanya yang cerah dan menyegarkan, dengan kombinasi asam jeruk yang tajam, manis yang seimbang, serta aroma floral yang lebih kompleks dibandingkan lemon biasa. Karakter ini membuat Yuzu-shu dikenal sebagai minuman alkohol yang enak dan mudah dinikmati, terutama saat cuaca hangat. Biasanya disajikan sebagai aperitif atau minuman penutup di bar dan restoran, baik diminum dengan es, dicampur soda (Yuzu-Hi), maupun sebagai bahan koktail modern. Di Indonesia, Yuzu-shu cukup populer dan tersedia luas di restoran Jepang, toko minuman impor, serta bar koktail di kota besar, dengan kisaran harga sekitar Rp600.000 hingga Rp1.200.000 per botol.

8. Awamori

Awamori
Image Source: Canva

Awamori merupakan minuman khas Jepang yang berasal dari Okinawa dan telah memiliki sejarah lebih dari 600 tahun. Minuman ini dipercaya sebagai awal berkembangnya teknik distilasi di Jepang, dengan proses pembuatan yang dipengaruhi jalur perdagangan kuno dengan Kerajaan Siam (Thailand).

Berbeda dari sake dan shochu, Awamori dibuat menggunakan beras Indica berbutir panjang dari Thailand dan difermentasi dengan Black Koji, jamur khusus yang cocok dengan iklim hangat Okinawa. Profil rasanya kuat dan earthy, dengan kadar alkohol sekitar 30–43 persen. 

Varian yang disimpan lama, dikenal sebagai Koshu, memiliki karakter lebih halus dengan aroma karamel dan vanila. Di Okinawa, Awamori sering dinikmati dengan campuran air dingin atau hangat saat acara keluarga dan festival, serta dianggap sebagai local wine khas daerah tersebut. 

Dibandingkan minuman Jepang lain, Awamori relatif sulit ditemukan di Indonesia dan umumnya dibanderol Rp800.000 hingga Rp1.500.000 per botol.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, minuman Jepang beralkohol menawarkan ragam karakter yang kaya, mulai dari fermentasi tradisional hingga distilasi modern, dengan cita rasa yang mampu dinikmati dalam berbagai suasana, baik kasual maupun premium. 

Bagi pencinta eksplorasi rasa, Jungle Club Ubud menghadirkan pengalaman minum yang tak kalah menarik, karena TJC menawarkan berbagai macam minuman yang diracik oleh barista profesional sehingga menciptakan minuman khas TJC yang unik dan berkarakter.