12 Jenis Whisky Populer dari Scotch ke Single Malt

Jenis Whisky

Kandungan alkohol dalam beragam jenis whisky, umumnya berada pada kisaran 40% hingga 50% ABV (Alcohol by Volume). Kadar alkohol ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bir (rata-rata 4-6%) atau anggur (rata-rata 12-15%), sehingga whisky diklasifikasikan sebagai spirit atau minuman keras sulingan yang kuat.

Melalui artikel ini, kamu akan memperoleh informasi mendalam mengenai ragam jenis whisky populer di dunia. Berikut adalah sembilan varian populer, mulai dari scotch whisky hingga single malt.

Apa itu Whisky?

whiskey adalah
Image Source: Canva

Whisky atau whiskey adalah minuman alkohol hasil dari proses distilasi (penyulingan) menggunakan tumbukan biji-bijian yang telah difermentasi. Bahan baku umumnya terdiri dari jagung, jelai, gandum, atau rye. 

Cairan bening hasil penyulingan kemudian harus menjalani proses penuaan dalam tong kayu, biasanya dari kayu ek, selama periode waktu tertentu. Proses penuaan inilah memberikan karakteristik warna keemasan, aroma, dan rasa yang khas pada minuman whisky.

Profil rasa dari jenis alkohol ini sangatlah kompleks, mulai dari nuansa manis seperti karamel dan vanila, hingga sentuhan rempah, aroma berasap (smoky), dan kesan kayu. Karakter ini sangat dipengaruhi oleh jenis tong kayu serta lama penyimpanannya.

Jenis-jenis Whisky Populer

1. Single Malt

Single Malt
Image Source: Canva

Merupakan salah satu jenis minuman whisky yang dihasilkan dari 100% jelai malt dan diproduksi di satu tempat penyulingan tunggal. Jenis ini dianggap sangat prestisius karena karakter rasanya spesifik dan merepresentasikan ciri khas lokasi produksinya, seperti aroma asap pekat atau nuansa buah yang halus. 

Contoh populer dalam kategori ini antara lain Macallan, Glenfiddich, dan Singleton Whisky. Ini adalah minuman yang cukup umum kamu temukan di beach club atau day club di Bali.

2. Scotch Whisky

Scotch Whisky
Image Source: Canva

Merupakan sebutan hukum untuk whisky yang diproduksi di Skotlandia dengan aturan ketat, termasuk penuaan minimal tiga tahun dalam tong kayu ek. Sebagai payung besar, Scotch mencakup Single Malt, Blended Malt, dan lainnya, dengan ciri khas aroma tanah dan asap (peaty) dari proses pengeringan jelai menggunakan gambut. 

Merk whiskey seperti Johnnie Walker dan Chivas Regal adalah contoh populer dari kategori ini, dan sering ditemukan di berbagai koktail bar.

3. Blended Malt

Blended Malt
Image Source: Canva

Jenis ini adalah hasil perpaduan dua atau lebih Single Malt dari penyulingan yang berbeda, tanpa campuran whisky dari biji-bijian lain. Tujuannya adalah menciptakan profil rasa seimbang, kompleks, serta konsisten melalui keahlian seorang Master Blender. 

Meski dulu dikenal sebagai Vatted Malt, kategori ini kini semakin populer dan sering menjadi inspirasi untuk campuran jenis cocktail yang kreatif. Contoh yang mewakili Blended Malt adalah Monkey Shoulder dan Johnnie Walker Green Label, kedua ini juga menjadi bagian dari beragam jenis-jenis whisky di Indonesia yang digemari.

4. Single Grain

Diproduksi di satu distillery, jenis whisky ini menggunakan campuran biji-bijian seperti jagung, gandum, atau rye, sehingga berbeda dari jenis whisky Single Malt yang hanya menggunakan jelai. 

Karakternya cenderung lebih ringan, lembut, dan manis, serta sering disuling dengan column still untuk hasil yang halus. Haig Club dan Nikka Coffey Grain adalah contohnya, berada dalam rentang jenis whisky dan harganya yang variatif.

5. Blended Grain

Dibuat dengan mencampur dua atau lebih Single Grain dari penyulingan berbeda, jenis ini relatif langka dan bertujuan menghasilkan rasa sangat halus serta mudah dinikmati. 

Fokus utamanya adalah pada drinkability dan tekstur yang konsisten, membuatnya berbeda dari karakter kompleks seperti yang ditemukan pada wine lokal tertentu. Compass Box Hedonism adalah salah satu contoh populer dari kategori ini.

6. Blended Whisky

Blended Whisky
Image Source: Canva

Merupakan jenis paling umum di dunia, hasil percampuran antara Single Malt dan Grain Whisky untuk menciptakan keseimbangan rasa yang kuat namun mudah dinikmati, bahkan bagi pemula. 

Jenis ini mendominasi sekitar 90% pasar Scotch global dan umumnya menawarkan pilihan jenis whisky dan harganya yang lebih terjangkau. Contoh ikonisnya termasuk Johnnie Walker Black Label dan Chivas Regal.

7. Irish Whiskey

jameson brand
Image Source: Canva

Jenis ini dikenal dengan proses penyulingan tiga kali (triple distilled) yang menghasilkan karakter sangat halus, ringan, dan tanpa aroma asap (non-peaty). 

Irish Whiskey memiliki rasa buah, bunga, serta sentuhan manis dari sereal, sehingga sangat cocok untuk pemula yang baru mengenal dunia koktail berbasis whisky. 

Contoh populer seperti Jameson dan Bushmills biasanya dieja dengan tambahan huruf “e” (whiskey) untuk membedakan asalnya dari Irlandia.

8. Bourbon Whiskey

Bourbon
Image Source: Canva

Bourbon wajib mengandung minimal 51% jagung dan dimatangkan dalam tong kayu ek baru yang dibakar bagian dalamnya. Kemudian menghasilkan rasa manis yang khas dengan aroma karamel, vanila, dan kayu manis. 

Teksturnya yang cenderung creamy membuatnya sering dijadikan dasar dalam berbagai resep koktail yang membutuhkan sentuhan manis dan kompleks. Jenis ini berasal dari Amerika Serikat, terutama Kentucky, dengan contoh seperti Jim Beam dan Maker’s Mark.

9. Japanese Whisky

Terinspirasi dari teknik Scotch, industri whisky Jepang mengutamakan presisi dan harmoni. Minuman alkohol ini sering menggunakan air murni dari pegunungan serta kayu langka seperti Mizunara Oak. 

Karakternya yang bersih, terstruktur, dan elegan, dengan keseimbangan sempurna antara manis, rempah, dan asap halus, membuatnya sering disebut sebagai “Scotch yang lebih halus”. 

Japanese Whisky seperti Hibiki dan Yamazaki juga dapat menjadi pengalaman minuman yang sophisticated, baik dinikmati langsung maupun sebagai inspirasi dalam kreasi mocktail dan koktail premium.

10. Canadian Whisky

Canadian
Image Source: Canva

Jenis ini dikenal serbaguna dan ringan, dengan aturan produksi yang memperbolehkan pencampuran berbagai biji-bijian, seperti jagung, gandum, jelai, dan rye, dan disuling terpisah sebelum akhirnya di-blend. 

Karakternya halus dengan sentuhan rasa buah dan sedikit pedas dari rye, sehingga sering dijuluki “Brown Vodka” dan populer sebagai bahan campuran koktail. Crown Royal dan Canadian Club adalah contoh yang banyak dikenal dari minuman alkohol asal Kanada ini.

11. Rye Whisky

Rye Whisky
Image Source: Canva

Di Amerika, Rye Whisky harus mengandung minimal 51% biji gandum hitam (rye) dan dimatangkan dalam tong kayu ek baru yang dibakar. Berbeda dengan Bourbon yang manis, Rye memiliki profil rasa pedas, tajam, dan kering dengan nuansa lada hitam serta rempah kuat. 

Karena ehingga sering dipilih untuk koktail klasik seperti Old Fashioned karena karakter rasanya tetap dominan saat dicampur. Contohnya adalah Bulleit Rye dan Sazerac Rye.

12. Tennessee Whisky

Tennessee Whisky
Image Source: Canva

Secara teknis mirip dengan Bourbon, namun yang membedakan adalah proses penyaringan melalui arang kayu maple setebal sekitar 3 meter sebelum penuaan. 

Proses ini menghasilkan rasa yang lebih lembut, halus, serta memberikan jejak “asap” halus dan aroma manis khas arang. Jack Daniel’s merupakan merek Tennessee Whisky paling terkenal di dunia yang mewakili karakter unik ini.

Relaks sambil Menikmati Whisky Populer di Infinity Pool The Jungle Club

Dari beragam jenis whisky yang telah dijelaskan, mulai dari Single Malt yang kompleks hingga Blended Whisky yang seimbang, masing-masing menawarkan karakter unik yang cocok untuk berbagai suasana dan selera. Nikmati eksplorasi rasa ini dengan santai sambil menikmati pemandangan memukau di The Jungle Club Ubud, tempat yang sempurna untuk menyesap whisky favorit Anda.