Tempat wisata di Ubud yang gratis ternyata banyak banget, cocok buat kamu yang menginginkan healing tapi tetap hemat. Contoh tempat wisata yang gratis di Ubud adalah Sawah Terasering Tegalalang, Desa Nyuh Kuning, Jalan Kajeng, dan masih banyak lagi yang akan dibahas di bawah ini.
Wisata di Ubud yang gratis ini cocok banget buat solo trip, jalan bareng pasangan, atau quality time bareng bestie. Kondisi alamnya pun cantik untuk foto-foto, dan warung atau kafe hidden gem di Ubud juga banyak yang affordable tapi tetap Instagramable. Plus, jarak antar tempat wisatanya cukup dekat, jadi bisa hemat transport juga! Penasaran mana aja? Simak 21 tempat wisata di Ubud yang gratis:
1. Bukit Campuhan

Bukit Campuhan adalah salah satu tempat wisata di Ubud yang cocok banget buat kamu yang suka suasana tenang dan alami. Dengan jarak sekitar 2 km dari pusat kota Ubud,destinasi gratis ini dipenuhi dengan pemandangan bukit hijau, lembah tropis, dan jalan setapak yang estetik banget. Cocok buat jogging ringan, jalan santai sambil ngobrol, atau sekadar cari udara segar.
Tidak ada biaya masuk, cuma bayar parkir kalau bawa kendaraan. Tipsnya, datang pagi atau sore biar tidak terlalu panas, dan pakai alas kaki yang nyaman. Jadi bisa menjadi alternatif seru dan murah selain nongkrong di day clubs di Bali!
2. Pura Taman Kemuda Saraswati

Pura Taman Kemuda Saraswati merupakan salah satu tempat wisata di Ubud yang layak untuk dikunjungi. Keunikan pura ini terletak pada kolam teratai yang mengelilinginya, menjadikannya simbol keindahan, ilmu, dan seni. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Raya Ubud, tepat di belakang Café Lotus dan dekat dengan Ubud Palace.
Jika kamu berlibur ke Ubud wajib ke sini, apalagi karena lokasinya bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki dari pusat kota. Tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Namun, jika ingin masuk ke area utama pura, pengunjung diharapkan mengenakan pakaian adat dan meminta izin terlebih dahulu.
3. Pasar Seni Ubud

Selanjutnya ada Pasar Seni Ubud, salah satu wisata ubud murah yang bisa kamu kunjungi tanpa perlu bayar tiket masuk. Terletak di pusat keramaian Ubud, persis di seberang Ubud Palace dan dekat dengan Pura Saraswati, pasar ini jadi tempat yang pas untuk melihat langsung bagaimana Ubud terkenal akan keseniannya.
Di sini, kamu bisa menemukan banyak kerajinan tangan lokal seperti tas rotan, lukisan khas Bali, patung kayu, topeng, hingga aksesoris perak. Bangunannya yang semi terbuka dan deretan kios warna-warni juga membuat tempat ini cocok jadi spot foto. Kalau ingin suasana lebih tenang dan pilihan produk lebih lengkap, sebaiknya datang di pagi hari. Tempat ini jelas salah satu wisata di Ubud Bali yang wajib masuk daftar aktifitas seru yang bisa dilakukan di Ubud!
4. Ubud Palace

Salah satu tempat wisata gratis di Bali yang paling terkenal adalah Ubud Palace atau Puri Saren Agung. Istana ini berada tepat di jantung Ubud, persis di seberang Pasar Seni Ubud, jadi sangat mudah diakses. Pengunjung bisa masuk ke area luar istana tanpa dikenakan biaya untuk menikmati arsitektur tradisional Bali, taman yang asri, dan suasana budaya yang kental.
Di sini, kamu juga bisa menyaksikan event pertunjukan di Ubud saat malam hari, seperti tari tradisional yang sering digelar di halaman istana. Ini menjadi bukti kalau wisata Ubud Bali tak selalu mahal. Cocok banget buat kamu yang ingin menikmati budaya Bali tanpa keluar banyak biaya.
5. Satria Agrowisata

Kalau kamu ingin liburan yang seru tapi tetap edukatif, bisa coba mampir ke wisata Ubud yang satu ini yaitu Satria Agrowisata. Tempat ini jadi salah satu tempat wisata di Ubud gratis yang cocok buat pecinta kopi dan tanaman herbal.
Berlokasi dekat dengan spot populer seperti Tegalalang rice terrace. Kamu tidak perlu membayar uang tiket masuk, hanya perlu bayar kalau mau beli produknya.
Di sini kamu bisa ikut tur edukasi tentang kebun kopi dan rempah-rempah, mencoba gratis berbagai jenis kopi dan teh herbal. Selain itu bisa melihat proses pembuatan kopi luwak secara langsung.
Satria Agrowisata dilengkapi dengan toko oleh-oleh yang menjual kopi bubuk, teh, minyak esensial, hingga cokelat lokal. Kalau kamu suka kopi, wajib coba kopi kelapa atau kopi vanila mereka yang unik dan susah ditemuin di tempat lain.
6. Alam Sari Agrotourism

Salah satu wisata gratis di Bali yang sayang untuk dilewatkan adalah kebun edukatif di dataran tinggi, sekitar 30 menit dari pusat Ubud. Di sini, kamu bisa belajar tentang tanaman herbal seperti jahe merah, serai, ginseng, kunyit, hingga vanili. Tidak ada tiket masuk untuk tur keliling kebun dan mencicipi teh atau kopi herbal khas Bali, namun kamu cukup membayar jika ingin membeli produknya.
Suasana Alam Sari yang begitu tenang, dikelilingi pepohonan tropis dan udara sejuk yang menyegarkan. Cocok untuk beristirahat sejenak dari keramaian pusat ojek wisata Ubud.
Setelah tur, kamu akan disuguhi beragam minuman khas Bali secara gratis. Jangan lupa membawa uang tunai kecil untuk membeli oleh-oleh atau memberi tip kepada pemandu.
7. Sawah Terasering Tegalalang

Salah satu tempat wisata gratis di Ubud yang paling ikonik adalah Tegalalang Rice Terrace. Lanskap sawah bertingkat yang hijau dan menenangkan ini bisa dinikmati tanpa biaya dari jalur utama desa Tegalalang, sekitar 20 menit berkendara dari pusat Ubud, Gianyar.
Kamu hanya akan dikenakan biaya jika ingin masuk ke spot tertentu seperti ayunan atau jembatan bambu. Banyak kafe di pinggir jalan yang menawarkan pemandangan langsung ke arah sawah, dan umumnya tidak ada minimal pembelian. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari atau sore menjelang matahari terbenam agar suasananya lebih adem dan fotonya makin cantik.
Area Tegalalang Rice Terrace juga memiliki banyak spot wisata yang sebenarnya sayang jika dilewatkan. Namun, kebanyakan memang berbayar, salah satunya adalah Candi Tebing di Tapaksiring, Pura Gunung Kawi.
8. Jalan Kajeng (Kajeng Rice Field Walk)
Ingin menikmati sisi Ubud yang lebih tenang? Cobalah berjalan di Kajeng Rice Field. Jalur ini menghubungkan kawasan permukiman warga dengan hamparan sawah hijau yang jauh dari hiruk-pikuk lalu lintas.
Yang membuat tempat ini unik adalah jalan setapaknya yang dipenuhi ukiran nama dan pesan dari wisatawan yang pernah berkunjung. Datanglah pada pagi atau sore hari untuk menikmati udara segar, berjalan santai, atau mengabadikan momen dengan latar persawahan yang indah.
9. Desa Petulu (Sarang Burung Kokokan)
Setiap menjelang matahari terbenam, Desa Petulu menghadirkan pemandangan yang cukup langka. Ribuan burung bangau putih atau burung kokokan kembali ke sarangnya dan memenuhi pepohonan di sepanjang desa.
Fenomena ini menjadi daya tarik utama sekaligus dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai simbol keberkahan. Kamu bisa menyaksikannya dari pinggir jalan atau area pengamatan sambil menikmati suasana sore dan pemandangan matahari terbenam yang cantik.
10. Pura Gunung Lebah
Tersembunyi di lembah Campuhan, Pura Gunung Lebah menawarkan suasana yang damai dengan latar hutan hijau dan aliran sungai yang menenangkan. Pura bersejarah ini juga menjadi titik awal menuju jalur trekking Bukit Campuhan.
Sebelum memulai perjalanan, sempatkan menikmati arsitektur pura yang khas, ukiran batu yang indah, serta suasana alam yang masih sangat asri. Tempat ini cocok untuk beristirahat sejenak atau menikmati sisi spiritual Ubud.
11. Subak Juwuk Manis
Hanya beberapa menit dari pusat Ubud, Subak Juwuk Manis menawarkan suasana yang terasa jauh lebih tenang. Jalur trekking ini tersembunyi di balik gang kecil dan langsung membawa kamu ke hamparan sawah khas Bali.
Selain berjalan santai atau jogging ringan, kamu juga bisa berhenti di gazebo atau kafe kecil yang menghadap persawahan. Dengan suasana yang tenang dan pemandangan hijau di sepanjang jalan, tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati Ubud dengan ritme yang lebih santai.
12. Desa Nyuh Kuning
Tak jauh dari Monkey Forest, Desa Nyuh Kuning menawarkan suasana yang tenang dengan nuansa khas pedesaan Bali. Jalan-jalannya bersih, dipenuhi pepohonan kamboja, dan diapit rumah-rumah tradisional yang masih terawat dengan baik.
Tempat ini cocok untuk berjalan santai atau bersepeda sambil menikmati kehidupan masyarakat lokal yang masih kental. Jika tertarik dengan seni, kamu juga bisa mampir ke beberapa galeri ukir kayu yang berada di sekitar desa.
13. Pura Samuan Tiga
Pura Samuan Tiga bukan hanya indah, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah Bali. Pura yang berada di Desa Bedulu ini dikenal sebagai tempat berlangsungnya musyawarah besar pada abad ke-11 yang menyatukan berbagai aliran kepercayaan menjadi Hindu Bali.
Saat berkunjung, kamu akan menemukan halaman pura yang bertingkat, gerbang megah, serta ukiran batu yang masih terjaga hingga kini. Suasananya yang tenang membuat tempat ini menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi sejarah dan budaya Bali.
14. Patung Bayi Sakah (Patung Brahma)
Saat memasuki kawasan Ubud dari arah Sukawati, kamu akan melewati Patung Bayi, salah satu landmark yang paling mudah dikenali di Gianyar. Patung batu berukuran besar ini telah berdiri sejak akhir tahun 1980-an dan dipercaya memiliki makna spiritual oleh masyarakat setempat.
Banyak pengunjung berhenti sejenak untuk melihat bentuknya yang unik atau mengabadikan foto sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ubud.
15. Galeri Seni Threads of Life
Bagi kamu yang tertarik dengan kerajinan tradisional Indonesia, Threads of Life di Jalan Kajeng layak masuk dalam daftar kunjungan. Galeri ini didedikasikan untuk melestarikan kain tenun Nusantara sekaligus mendukung para perajin lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Pengunjung dapat melihat koleksi tenun ikat yang dibuat secara tradisional, mempelajari proses pewarnaan alami menggunakan bahan-bahan dari alam, hingga membeli kain autentik langsung dari galeri. Menariknya, kamu juga bisa menikmati pameran kain tanpa dikenakan biaya masuk.
16. Desa Penestanan
Jika ingin menikmati suasana Ubud yang lebih santai, Desa Penestanan bisa menjadi pilihan. Desa seni yang berada di sebelah barat pusat Ubud ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman dan memiliki suasana yang tenang jauh dari keramaian.
Berjalan menyusuri gang-gang kecil yang bebas kendaraan, mengunjungi galeri seni lokal, atau bersantai di kafe dengan pemandangan hijau menjadi cara terbaik untuk menikmati kawasan ini. Nuansa pedesaannya yang asri membuat Penestanan cocok untuk melepas penat.
17. Pura Pusering Jagat
Pura Pusering Jagat di Desa Pejeng merupakan salah satu pura kuno yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi di Bali. Nama “Pusering Jagat” sendiri berarti Pusat Dunia, menjadikannya salah satu tempat suci yang penting sejak masa Kerajaan Bali Kuno.
Selain menikmati arsitektur pura yang khas, pengunjung juga dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah, seperti Bejana Pejeng dan patung-patung batu kuno yang masih terawat hingga sekarang. Tempat ini sangat cocok bagi kamu yang ingin mengenal lebih dalam sejarah dan budaya Bali.
18. Pasar Malam Tradisional Sayan
Saat malam tiba, Pasar Malam Tradisional Sayan menjadi tempat yang menarik untuk merasakan kehidupan masyarakat lokal. Suasananya sederhana, ramai, dan dipenuhi oleh berbagai penjual makanan khas Bali dengan harga yang ramah di kantong.
Kamu bisa mencicipi aneka jajanan tradisional, menikmati hidangan lokal, atau sekadar berjalan santai sambil melihat aktivitas warga. Pengalaman ini memberikan sisi Ubud yang berbeda dibandingkan dengan destinasi wisata pada umumnya.
19. Jalur Trekking Sawah Penestanan
Bagi yang gemar berjalan kaki, Jalur Trekking Sawah Penestanan menawarkan rute yang tenang dengan pemandangan sawah hijau dan suasana pedesaan yang menyegarkan. Jalur ini menjadi favorit untuk menikmati pagi atau sore hari di Ubud.
Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhi hamparan sawah, pohon kelapa, dan udara yang sejuk. Tempat ini cocok untuk jogging ringan, berjalan santai, menikmati matahari terbit, atau mengabadikan keindahan alam khas Ubud.
20. Museum Rudana (Area Taman & Galeri Luar)
Meski galeri utamanya memerlukan tiket masuk, kamu tetap bisa menikmati keindahan Museum Rudana & Rudana Fine Art Gallery dari area luarnya tanpa biaya. Berlokasi di Peliatan, museum ini memiliki bangunan megah yang dikelilingi taman tropis yang tertata rapi.
Berjalan santai di pelataran, melihat koleksi patung seni di taman terbuka, atau berfoto dengan latar arsitektur bergaya Bali menjadi aktivitas yang banyak dilakukan pengunjung. Suasananya yang tenang juga membuat tempat ini cocok untuk menikmati sisi artistik Ubud.
21. Pura Puru Sada Yeh Gangga
Tersembunyi di tepi aliran sungai, Pura Puru Sada Yeh Gangga menawarkan suasana yang damai dan jauh dari keramaian wisata. Lingkungannya yang dipenuhi pepohonan membuat tempat ini terasa sejuk dan menenangkan.
Saat berkunjung, kamu dapat mengagumi gerbang candi bentar bergaya klasik, menikmati suara gemericik sungai, atau sekadar bersantai sambil merasakan suasana spiritual yang masih sangat terjaga. Tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati sisi Ubud yang lebih tenang dan autentik.
Kesimpulan
Tempat wisata di Ubud gratis memang jadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya Bali tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Dari jalan santai di Bukit Campuhan, kemegahan Ubud Palace, hingga eksplorasi agrowisata dan sawah terasering Tegalalang. Semuanya bisa dinikmati tanpa tiket masuk. Cocok untuk solo traveler, pasangan, maupun liburan hemat bareng sahabat.
Setelah seharian menjelajahi kawasan wisata di Ubud yang gratis, tidak ada salahnya memanjakan diri di Jungle Club Ubud. Salah satu spot seru untuk bersantai sambil menikmati panorama hutan tropis dan ambience Ubud yang autentik.
FAQs Tentang Wisata di Ubud
Di Ubud kemana saja?
Kalau baru pertama kali ke Ubud, coba sesuaikan destinasi dengan aktivitas yang ingin dilakukan.
Menikmati alam: Bukit Campuhan, Sawah Terasering Tegalalang, Tegenungan Waterfall, atau Kanto Lampo Waterfall.
Belajar budaya dan sejarah: Ubud Palace, Pura Taman Saraswati, Pura Tirta Empul, Museum Puri Lukisan, dan The Blanco Renaissance Museum.
Bertemu satwa dan wisata edukasi: Mandala Suci Wenara Wana (Monkey Forest) serta Mason Elephant Park.
Belanja dan kuliner: Jelajahi Pasar Seni Ubud, lalu lanjut menikmati kafe dan restoran di sepanjang Jalan Hanoman atau Jalan Raya Ubud.
Ubud terkenal karena apa?
Ubud dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali yang menawarkan suasana tenang di tengah alam yang hijau. Hamparan sawah bertingkat, hutan tropis, dan lembah sungai menjadi pemandangan khas yang membuat kawasan ini begitu istimewa.
Selain itu, Ubud juga dipenuhi museum, galeri seni, pertunjukan tari tradisional, hingga berbagai tempat yoga, spa, dan wellness. Tidak heran jika banyak wisatawan datang ke sini untuk menikmati sisi Bali yang lebih santai dan autentik.
Tempat nongkrong di Ubud?
Ngopi santai: Seniman Coffee Studio, Milk & Madu, Anomali Coffee, atau Watercress.
Day club dengan pemandangan: Cretya Ubud, Jungle Fish, dan Folk Pool & Gardens.
Malam yang lebih hidup: Laughing Buddha Bar, CP Lounge, atau No Más untuk menikmati live music dan suasana malam Ubud.
Tempat wisata di Bali yang lagi hits?
Selain Ubud, ada banyak destinasi yang sedang populer di Bali.
Beberapa di antaranya adalah Cretya Ubud dengan pemandangan sawah bertingkat, Kanto Lampo Waterfall yang terkenal sebagai spot foto, Atlas Beach Club dan Savaya untuk menikmati suasana pantai, hingga Pantai Nunggalan, Karang Boma, dan Nusa Penida yang menawarkan panorama alam yang spektakuler.
Mana yang lebih baik, Seminyak atau Ubud?
Tidak ada yang lebih baik, semuanya tergantung pada gaya liburan yang kamu inginkan.
Jika ingin menikmati alam, budaya, suasana tenang, serta berbagai aktivitas wellness, Ubud adalah pilihan yang tepat. Namun, jika lebih suka pantai, sunset, restoran modern, beach club, dan hiburan malam, Seminyak lebih cocok untuk kamu.
Bila memiliki waktu lebih, menginap di kedua kawasan adalah pilihan terbaik agar bisa merasakan dua suasana Bali yang berbeda.
Apakah Ubud benar-benar layak dikunjungi?
Tentu saja. Ubud menawarkan pengalaman yang berbeda dari kawasan pantai di Bali, dengan perpaduan alam, budaya, seni, dan kuliner yang membuat setiap kunjungan terasa berkesan.
Hal yang perlu diperhatikan hanyalah lalu lintas di pusat Ubud yang cukup padat pada jam-jam tertentu. Agar perjalanan lebih nyaman, sebaiknya susun rute berdasarkan lokasi destinasi yang berdekatan atau gunakan kendaraan yang lebih fleksibel seperti sepeda motor.

