Rose Wine Adalah: Pengertian, Jenis & Cara Menikmatinya

wine rose

Rosé wine adalah jenis wine berwarna merah muda yang terkenal dengan karakter rasa yang ringan dan menyegarkan. Warna khasnya berasal dari proses pembuatan yang memungkinkan kulit anggur merah bersentuhan dengan jus anggur hanya dalam waktu singkat, sehingga menghasilkan warna pink yang cantik tanpa membuat rasanya terlalu kuat.

Popularitas rosé wine terus meningkat karena mudah dinikmati, cocok dipadukan dengan berbagai jenis makanan, dan sering dikaitkan dengan gaya hidup santai yang estetik. Untuk memahami daya tariknya, mari kenali lebih jauh bagaimana rosé wine dibuat dan apa yang membuat rasanya begitu istimewa.

Apa Itu Rosé Wine? Pengertian dan Sejarahnya

Rosé Wine
Image Source: The Jungle Club Ubud

Rosé wine adalah jenis wine yang memiliki warna merah muda khas, mulai dari pink pucat hingga pink keoranyean seperti warna salmon. Banyak orang bertanya, rose wine terbuat dari apa? Jawabannya, rosé wine dibuat dari varietas anggur merah, tetapi dengan proses yang berbeda dari red wine.

Fakta Rose Wine 

Warna cantik pada wine pink ini berasal dari pigmen alami yang terdapat pada kulit anggur merah. Saat proses pembuatan, kulit anggur hanya dibiarkan bersentuhan dengan jus anggur selama beberapa jam sebelum dipisahkan. Karena waktu kontaknya singkat, warna yang dihasilkan tetap ringan dan segar, tidak sepekat red wine.

Sejarah Rose Wine

Meskipun kini identik dengan tren modern, rosé wine sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Pada masa itu, teknik pembuatan wine belum menghasilkan warna merah pekat seperti sekarang, sehingga banyak wine yang tampil lebih terang dan mirip dengan rosé modern.

Pada era 1970-an, citra rosé sempat menurun karena banyak produk massal dibuat terlalu manis dan kualitasnya rendah. Akibatnya, rosé pernah dianggap sebagai wine yang kurang prestisius dibandingkan red wine atau white wine.

Dalam beberapa dekade terakhir, rosé wine berhasil bangkit dan menjadi favorit di seluruh dunia. Karakternya yang ringan, segar, dan mudah dinikmati membuatnya populer di kalangan penikmat wine maupun generasi muda.

Jika berbicara tentang wine pink, wilayah Provence di selatan Prancis sering dianggap sebagai standar terbaik di dunia. Rosé dari daerah ini terkenal dengan warna pink pucat yang elegan, rasa yang kering (dry), serta keasaman yang seimbang dan menyegarkan.

Proses Pembuatan Rose Wine

Pembuatan Rose Wine
Image Source: The Jungle Club Ubud

1. Pemilihan Anggur Berkualitas

Pembuatan rosé wine dimulai dengan memilih varietas anggur merah berkualitas, seperti Grenache, Syrah, Pinot Noir, atau Tempranillo. Kesegaran buah dan tingkat keasamannya sangat berpengaruh terhadap karakter rasa akhir wine, sehingga pemilihan anggur menjadi tahap yang sangat penting.

2. Metode Skin Contact (Maserasi Singkat)

Metode yang paling umum digunakan adalah skin contact wine atau maserasi singkat. Pada proses ini, anggur merah dihancurkan dan jusnya dibiarkan bersentuhan dengan kulit anggur selama sekitar 2 hingga 20 jam. Karena kontaknya sangat singkat, warna yang dihasilkan menjadi anggur merah muda yang lembut, bukan merah pekat seperti red wine.

3. Metode Saignée

Metode lain yang cukup populer adalah saignée atau “pendarahan”. Dalam proses pembuatan red wine, sebagian jus berwarna merah muda dipisahkan pada tahap awal fermentasi. Jus tersebut kemudian difermentasi secara terpisah untuk menghasilkan rosé wine dengan warna dan rasa yang biasanya lebih intens.

4. Fermentasi Suhu Rendah

Setelah kulit anggur dipisahkan, jus akan menjalani proses fermentasi singkat menggunakan ragi di dalam tangki stainless steel bersuhu rendah, biasanya sekitar 10–15°C. Suhu yang lebih dingin membantu mempertahankan aroma buah segar, karakter floral, dan rasa ringan yang menjadi ciri khas rosé wine.

5. Proses Blending

Pada beberapa kasus, warna merah muda juga dapat diperoleh dengan mencampurkan sedikit red wine ke dalam white wine. Namun, metode ini jarang digunakan untuk jenis wine rosé berkualitas tinggi dan umumnya hanya diperbolehkan untuk produksi pink champagne di beberapa wilayah tertentu. 

Karena itu, sebagian besar rosé premium tetap dibuat melalui proses skin contact yang lebih alami.

Jenis-Jenis Rose Wine Berdasarkan Karakter Rasa

Jenis Rose Wine
Image Source: The Jungle Club Ubud

1. Dry Rosé (Rosé Kering)

Dry rosé adalah jenis rosé wine yang memiliki kadar gula sangat rendah karena hampir seluruh gula alami anggur telah diubah menjadi alkohol selama proses fermentasi. Hasilnya adalah wine dengan rasa yang segar, ringan, dan tidak terasa manis di lidah. 

Karakter yang paling menonjol biasanya berupa aroma buah merah yang lembut, keasaman yang menyegarkan, serta sensasi crisp atau garing saat diminum. Salah satu contoh paling terkenal dari dry rosé berasal dari wilayah Provence di Prancis. 

Rosé dari daerah ini dikenal dengan warna pink pucat, aroma floral dan herbal yang elegan, serta rasa yang ringan dan bersih. Selain itu, rosé berbahan dasar anggur Grenache dari Spanyol juga cukup populer karena menawarkan karakter buah yang lebih ekspresif dengan tetap mempertahankan gaya kering yang menyegarkan.

Jika kamu sedang mencari rekomendasi rosé wine untuk pemula, dry rosé sering menjadi pilihan terbaik karena rasanya seimbang, mudah dinikmati, dan cocok untuk berbagai kesempatan

Rosé wine adalah jenis wine yang cocok untuk dipadukan dengan hidangan seperti seafood, salad segar, ayam panggang, atau menu khas Mediterania yang ringan. Salah satu yang terkenal adalah Kim Crawford Pinot Noir Rosé dari Selandia Baru.

2. Off-Dry Rosé (Semi-Manis)

Off-dry rosé adalah rosé wine yang masih menyisakan sedikit gula alami setelah proses fermentasi. Karena itu, rasanya terasa sedikit manis di lidah, tetapi tetap memiliki keasaman yang cukup untuk menjaga kesegarannya. Hasilnya adalah wine yang ringan, mudah dinikmati, dan tidak terasa terlalu manis.

Jenis rosé ini sering menjadi pilihan bagi pemula yang baru mulai mengenal wine atau bagi mereka yang kurang menyukai karakter dry wine yang lebih asam dan kering. Salah satu contoh paling populer adalah White Zinfandel dari California yang dikenal dengan aroma buah beri, rasa yang lembut, serta profil yang mudah diminum.

Jika kamu sedang mencari rosé wine terbaik untuk dinikmati santai, off-dry rosé bisa menjadi pilihan yang menarik karena karakternya yang ramah di lidah. Di berbagai restoran, wine bar, hingga venue yang menyajikan rosé wine di Bali, jenis ini cukup diminati untuk acara brunch, gathering bersama teman, atau sekadar menikmati sore yang santai.

Soal harga rosé wine, jenis off-dry umumnya tersedia dalam berbagai pilihan, mulai dari label yang terjangkau hingga premium. Wine ini paling cocok disajikan dingin dan dipadukan dengan dessert berbasis buah, pastry ringan, atau hidangan yang memiliki sedikit sentuhan rasa pedas.

3. Sparkling Rosé

Sparkling rosé adalah rosé wine yang memiliki gelembung alami hasil dari proses fermentasi kedua. Gelembung inilah yang memberikan sensasi segar dan ringan di setiap tegukan, membuatnya terasa lebih hidup dibandingkan rosé biasa.

Dari segi rasa, sparkling rosé umumnya menawarkan perpaduan aroma buah beri merah seperti stroberi dan raspberry, sentuhan floral yang lembut, serta karakter segar yang menyenangkan. Pada beberapa label premium, kamu juga bisa menemukan nuansa roti panggang atau brioche yang menambah kompleksitas rasanya.

Kategori ini mencakup beberapa nama terkenal seperti Champagne Rosé dari Prancis, Prosecco Rosé dari Italia, dan Cava Rosé dari Spanyol. Masing-masing memiliki karakter unik, tetapi sama-sama dikenal karena keseimbangan antara kesegaran buah, keasaman yang cerah, dan gelembung yang elegan.

Champagne rosé adalah bagian dari kategori sparkling rosé, namun tidak semua sparkling rosé bisa disebut champagne. Karena karakternya yang ringan dan menyegarkan, sparkling rosé sering menjadi pilihan untuk berbagai momen spesial, mulai dari brunch, pesta, hingga menikmati wine sunset bersama teman atau pasangan.

4. Vintage Rosé

Vintage rosé adalah rosé wine premium yang dibuat menggunakan anggur dari satu musim panen tertentu saja. Biasanya, jenis ini hanya diproduksi ketika kualitas buah anggur dan kondisi cuaca dianggap sangat baik, sehingga hasil akhirnya memiliki karakter yang lebih istimewa.

Berbeda dengan kebanyakan rosé yang dirancang untuk dinikmati saat masih muda, vintage rosé sering menjalani proses pematangan yang lebih lama. Proses ini membantu menciptakan rasa yang lebih kompleks, dengan perpaduan buah matang, keasaman yang seimbang, serta lapisan aroma dan rasa yang berkembang seiring waktu.

Karena diproduksi dalam jumlah terbatas dan memiliki potensi aging yang baik, vintage rosé sering menjadi incaran kolektor dan penikmat wine berpengalaman. Tidak heran jika harganya umumnya lebih tinggi dibandingkan rosé non-vintage yang diproduksi untuk konsumsi sehari-hari.

Meski tidak sepopuler gaya rosé yang ringan dan mudah diminum, vintage rosé menawarkan pengalaman yang lebih mendalam bagi mereka yang ingin mengeksplorasi dunia wine lebih jauh. Jenis ini biasanya paling cocok dinikmati dalam suasana santai sambil mengapresiasi setiap karakter rasa yang muncul di dalam gelas.

Rekomendasi Merek Rose Wine

Merek Rose Wine
Image Source: Envato

1. Château Miraval (Provence, Prancis)

Berasal dari Provence, wilayah yang dikenal sebagai rumah bagi rosé Provence terbaik di dunia, Château Miraval menawarkan gaya dry rosé yang elegan dan menyegarkan. Wine ini memiliki warna pink pucat yang cantik dengan aroma bunga, buah beri segar, dan sentuhan mineral yang halus. Rasanya ringan, segar, dan seimbang dengan akhir yang lembut di setiap tegukan.

Berkat kualitasnya yang konsisten dan tampilannya yang elegan, Château Miraval menjadi salah satu ikon yang paling dikenal secara global. Wine ini cocok sebagai wine untuk perempuan maupun siapa saja yang menyukai karakter rosé yang ringan, fresh, dan sophisticated.

2. Gérard Bertrand Côte des Roses (Languedoc, Prancis)

Gérard Bertrand Côte des Roses menghadirkan karakter rosé yang segar, ringan, dan mudah dinikmati. Aroma stroberi, raspberry, sedikit citrus, serta sentuhan floral menciptakan profil rasa yang menyenangkan sejak tegukan pertama. Keasamannya yang seimbang membuat wine ini terasa segar tanpa berlebihan.

Selain rasanya yang ramah untuk pemula, wine ini juga terkenal karena desain botolnya yang unik dengan dasar berbentuk bunga mawar. Tampilannya yang cantik membuatnya sering dipilih sebagai hadiah dan menjadi salah satu referensi bagi penikmat sweet rosé atau mereka yang menyukai rosé dengan karakter buah yang lebih menonjol.

3. Whispering Angel

Diproduksi oleh Château d’Esclans di Provence, Prancis, Whispering Angel adalah salah satu dry rosé paling terkenal di dunia dan sering menjadi standar bagi pecinta rosé modern. Wine ini memiliki warna pink pucat yang elegan dengan aroma stroberi, semangka, dan delima yang segar. 

Rasanya ringan, crisp, dan seimbang, dengan sentuhan mineral yang lembut pada akhir setiap tegukan. Tidak heran, ini menjadi salah satu rosé wine termahal.

Jika Anda masih mempelajari perbedaan rosé wine dan red wine, Whispering Angel adalah contoh yang tepat. Dibandingkan red wine yang umumnya lebih pekat dan bertubuh penuh, rosé seperti Whispering Angel menawarkan karakter yang lebih ringan, segar, dan mudah dinikmati di berbagai kesempatan.

4. Santa Margherita Sparkling Rosé

Santa Margherita Sparkling Rosé adalah sparkling rosé bergaya dry yang menghadirkan kesegaran khas wine Italia. Wine ini dibuat dari perpaduan anggur Glera, Chardonnay, dan sedikit Malbec untuk memberikan warna merah muda yang cantik sekaligus menambah kompleksitas rasanya.

Aroma floral yang lembut berpadu dengan buah beri merah dan citrus segar, sementara gelembungnya yang halus memberikan sensasi ringan dan menyenangkan di lidah. Karakternya yang cerah dan mudah dinikmati membuat wine ini sering menjadi pilihan bagi penikmat blush wine, yaitu istilah yang kerap digunakan untuk menyebut wine berwarna merah muda dengan profil rasa yang ringan dan menyegarkan.

5. White Zinfandel (Beringer)

Berasal dari California, Amerika Serikat, Beringer White Zinfandel adalah salah satu pelopor rosé semi-manis yang populer di seluruh dunia. Wine ini menawarkan rasa stroberi, raspberry, dan melon yang segar dengan sentuhan manis yang ringan dan mudah dinikmati.

Dengan keasaman yang lembut, kadar alkohol yang relatif rendah, serta harga yang terjangkau, wine ini menjadi pilihan favorit bagi pemula yang baru mengenal dunia wine. Karakternya yang mudah diminum juga membuatnya cocok untuk pengalaman wine tasting di Bali, terutama bagi mereka yang ingin mencoba rosé dengan rasa yang lebih ringan dan ramah di lidah.

Kesimpulan

 a woman enjoying rose wine at the jungle club ubud
Image Source: The Jungle Club Ubud

Rosé wine membuktikan bahwa wine tidak harus selalu berat atau kompleks untuk dinikmati. Dengan warna yang cantik, rasa yang segar, dan karakter yang serbaguna, rosé wine menjadi pilihan sempurna untuk berbagai momen, mulai dari brunch santai, sunset gathering, hingga makan malam spesial bersama orang terdekat.

Ingin menikmati pengalaman rosé wine yang lebih istimewa di tengah suasana tropis Ubud? Temukan koleksi rosé wine pilihan dengan karakter yang ringan dan menyegarkan di The Jungle Club. Nikmati momen berkualitas bersama teman, pasangan, atau keluarga sambil bersantai di day club Bali yang menawarkan pemandangan alam tropis dan infinity pool yang memukau.

Get Voucher Reserve