Kenali 15 Jenis Alkohol dan Kadarnya yang Wajib Diketahui | Jungle Club Ubud

jenis minuman alkohol dan kadarnya

Minuman alkohol adalah minuman yang mengandung etanol, hasil fermentasi dari gula alami dalam buah, biji-bijian, atau bahan pangan lainnya. Secara umum, minuman ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kadar alkoholnya (ABV), seperti bir (4%–6%) dan wine (9%–16%) yang beralkohol rendah, sake (15%–20%) yang berkadar sedang, hingga minuman distilasi keras dengan kadar tinggi mencapai 40% ke atas seperti vodka dan whiskey.

Setiap jenis punya rasa, cara penyajian, dan kadar alkohol yang berbeda, yang memengaruhi efeknya saat dikonsumsi. Di Bali sendiri, mencicipi minuman lokal seperti Arak Bali atau wine produksi lokal bisa jadi bagian seru dari eksplorasi kuliner dan budaya. Jika kamu ingin mencoba minum minuman beralkohol, sebelumnya kenali 15 jenis alkohol dan kadarnya!

1. Soju

soju
Image Source: Envato

Soju adalah minuman beralkohol khas Korea Selatan yang terkenal dengan warna bening, rasa yang ringan, dan sedikit sentuhan manis. Umumnya dibuat dari beras atau bahan berpati seperti gandum dan ubi, soju sering dinikmati bersama aneka hidangan Korea karena rasanya yang mudah dipadukan.

Kadar Alkohol: 16% hingga 25% ABV 

2. Vodka

jenis alkohol
Image Source: Unsplash

Vodka dikenal dengan rasa yang netral dan bersih. Dibuat dari bahan seperti gandum, kentang, atau buah, vodka sering menjadi dasar berbagai cocktail populer. Jenis minuman alkohol ini cocok disajikan dingin atau dicampur dengan soda, jus, atau tonic. Bisa ditemukan di berbagai day club di Bali sebagai campuran favorit para wisatawan.

Kadar Alkohol: 40–95% ABV

3. Brandy

Brandy
Image Source: Unsplash

Brandy punya cita rasa hangat dan manis, sering dinikmati langsung atau sebagai bagian dari cocktail elegan. Dibuat dari fermentasi anggur atau buah lain seperti apel dan pir, brandy cocok untuk suasana santai di malam hari. Termasuk dalam macam-macam alkohol yang punya karakter kuat dan aroma khas.

Kadar Alkohol: 35–60% ABV

4. Whiskey 

Whiskey 
Image Source: Unsplash

Whiskey dibuat dari fermentasi biji-bijian seperti jagung, barley, atau rye, lalu disuling dan disimpan dalam tong kayu. Proses ini memberi rasa khas seperti hangat, smokey, atau agak manis tergantung pada bahan dan tempat produksinya. Masuk dalam jenis-jenis alkohol yang banyak dinikmati secara neat atau dicampur.

Kadar Alkohol: 40–50% ABV

5. Tequila

Tequila
Image Source: Unsplash

Tequila berasal dari Meksiko dan dibuat dari tanaman agave biru. Salah satu minuman keras yang ikonik dan punya karakter kuat. Rasanya tajam, herbal, dan earthy. Sering diminum sebagai shot atau dipakai di cocktail seperti margarita. Jenisnya dibedakan berdasarkan lama penyimpanan, seperti Blanco, Reposado, dan Añejo.

Kadar Alkohol: 40–46% ABV

6. Gin

Gin
Image Source: Unsplash

Termasuk minuman alkohol yang populer di kalangan pencinta minuman klasik. Gin punya rasa segar dengan aroma herbal dari buah juniper dan tambahan rempah-rempah seperti kulit jeruk atau ketumbar. Cocok untuk cocktail seperti Gin & Tonic atau Negroni.

Kadar Alkohol: 35–55% ABV

7. Rum

Rum
Image Source: Unsplash

Rum dibuat dari hasil sulingan molase atau air tebu. Rasanya cenderung manis, hangat, dan sedikit pedas, sering diasosiasikan dengan suasana tropis dan laut. Ada beberapa jenis seperti white rum yang ringan, gold rum yang lebih kaya, dan dark rum yang punya aroma kuat. Sering dipakai untuk cocktail seperti Mojito dan Piña Colada. Salah satu jenis alkohol yang identik dengan vibes santai dan pantai.

Kadar Alkohol: 36–50% ABV

8. Sake

Sake
Image Source: Unsplash

Sake berasal dari Jepang dan dibuat melalui fermentasi beras. Walaupun sering disebut rice wine, prosesnya lebih mirip dengan pembuatan bir. Rasanya bisa manis atau kering tergantung penyajiannya, dan biasa dinikmati dalam acara formal atau upacara budaya.

Kadar Alkohol: 15–20% ABV

9. Wine

Wine
Image Source: Unsplash

Wine dibuat dari fermentasi anggur tanpa tambahan gula atau ragi. Ada berbagai jenis seperti red, white, rosé, hingga sparkling. Cocok untuk makan malam, perayaan, atau sekadar menikmati momen tenang. Kalau kamu penasaran dengan wine lokal Bali, banyak tempat seperti perkebunan anggur di Buleleng yang bisa jadi destinasi seru.

Kadar Alkohol: 8–14% ABV

10. Bir (Beer)

beer minuman alkohol dengan kadar max 14%
Image Source: Unsplash

Bir terbuat dari fermentasi biji-bijian seperti barley dan gandum, dicampur dengan hop dan air. Rasanya bisa ringan atau pahit, tergantung jenisnya. Di Bali, kamu bisa coba bir lokal seperti Bintang, Bali Hai, atau craft beer dari Black Sand. Cocok diminum sambil santai sore, apalagi kalau lagi nongkrong di tempat yang menarik seperti di Jungle Club Ubud.

Kadar Alkohol: 8–14% ABV

11. Absinthe 

Absinthe
Image Source: Envato

Absinthe adalah minuman beralkohol hasil penyulingan berbagai herba yang terkenal dengan warna hijau khas dan aroma adas manis yang kuat. Bahan utamanya adalah daun wormwood (Artemisia absinthium), adas manis (anise), dan adas sowa (fennel), yang dikenal sebagai “The Holy Trinity”. 

Dulu absinthe sempat dilarang karena dianggap menyebabkan halusinasi, tetapi penelitian membuktikan kandungan thujone di dalamnya terlalu rendah untuk menimbulkan efek tersebut. Efek mabuk yang kuat berasal dari kadar alkoholnya yang tinggi.

Kadar Alkohol: 45%–74% ABV

12. Champagne (Sampanye)

Champagne (Sampanye)
Image Source: Envato

Champagne adalah sparkling wine premium yang identik dengan berbagai perayaan. Minuman ini dibuat dari anggur seperti Chardonnay, Pinot Noir, dan Pinot Meunier, serta hanya boleh disebut Champagne jika diproduksi di wilayah Champagne, Prancis. 

Gelembung khasnya dihasilkan melalui Méthode Champenoise, yaitu fermentasi kedua yang berlangsung langsung di dalam botol.

Kadar Alkohol: 11,5%–12,5% ABV

13. Cider

Cider
Image Source: Envato

Cider adalah minuman beralkohol yang dibuat dari fermentasi sari buah, terutama apel. Di banyak negara, istilah cider umumnya mengacu pada minuman berbahan dasar apel, meski ada juga yang menggunakan buah pir (disebut perry). 

Berbeda dengan bir yang dibuat dari biji-bijian, cider memiliki rasa manis dan asam yang segar dengan sedikit sensasi berkarbonasi. Tingkat kemanisannya pun beragam, mulai dari dry (tidak manis) hingga sweet (manis).

Kadar Alkohol: 4%–8% ABV

14. Mead

Mead
Image Source: Envato

    Mead, atau sering disebut Honey Wine (anggur madu), adalah salah satu minuman beralkohol tertua di dunia yang populer sejak zaman Viking dan Eropa abad pertengahan. Minuman ini dibuat dari fermentasi madu, air, dan ragi. 

    Beberapa jenis mead juga ditambahkan rempah-rempah, buah, atau biji-bijian untuk memberikan cita rasa yang lebih kaya. Rasanya bervariasi, mulai dari dry (kering), berkarbonasi seperti bir, hingga manis seperti sirup.

    Kadar Alkohol: 8%–20% ABV

    15. Liqueur (Likur)

    Liqueur
    Image Source: Envato

      Liqueur atau likur adalah minuman beralkohol manis yang dibuat dengan menambahkan perasa dan pemanis ke dalam alkohol dasar, seperti vodka, brandy, rum, atau whiskey. Bahan perasanya bisa berasal dari buah, rempah-rempah, herbal, bunga, kacang, cokelat, kopi, hingga krim. 

      Berbeda dengan liquor yang merupakan alkohol murni tanpa pemanis, liqueur memiliki rasa yang lebih manis, tekstur lebih kental, dan aroma yang kaya. Minuman ini biasanya dinikmati sebagai digestif setelah makan, disajikan dengan es, atau digunakan sebagai bahan utama dalam berbagai koktail, seperti Margarita dan Espresso Martini.

      Kadar Alkohol:15%–30% ABV

      Kesimpulan: Minum dengan Bijak

      Beragam jenis alkohol di atas punya cita rasa dan karakter masing-masing, dari yang kuat seperti vodka hingga yang ringan seperti wine dan bir. Menikmati minuman beralkohol bisa menjadi bagian dari pengalaman budaya dan kuliner, asalkan tetap bijak dalam konsumsi. Jika kamu berada di Ubud dan ingin menikmati suasana tenang sambil mencicipi wine pilihan, The Jungle Club Ubud adalah salah satu spot terbaik yang bisa kamu kunjungi.

      FAQs tentang Jenis Alkohol dan Kadarnya 

      Vodka cocok di mix dengan apa?

      Alkohol 70% mengandung 70% alkohol murni dan 30% air. Kadar ini paling efektif digunakan sebagai antiseptik atau disinfektan karena kandungan air membantu alkohol menembus dinding sel bakteri sehingga proses membunuh kuman menjadi lebih maksimal.

      Alkohol 90% (atau 95%–96%) mengandung lebih sedikit air sehingga lebih cepat menguap. Karena itu, kadar ini kurang efektif untuk membersihkan luka. Alkohol dengan konsentrasi tinggi lebih sering digunakan untuk membersihkan alat elektronik, sebagai pelarut di laboratorium, atau untuk kebutuhan industri.

      Kadar alkohol 40% apakah tinggi?

      Ya. Untuk kategori minuman beralkohol, kadar 40% ABV tergolong tinggi. Angka ini merupakan standar kadar alkohol pada berbagai jenis spirit, seperti vodka, whiskey, tequila, dan rum. Karena konsentrasinya tinggi, mengonsumsinya dalam jumlah sedikit saja sudah dapat menyebabkan efek mabuk.

      Alkohol paling tinggi apa?

      Dalam bidang sains dan medis, kadar alkohol tertinggi adalah Absolute Alcohol, yaitu etanol murni dengan kadar sekitar 99,5%–100%. Alkohol ini digunakan untuk keperluan laboratorium dan industri, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

      Untuk kategori minuman beralkohol, salah satu yang memiliki kadar tertinggi adalah Spirytus Rektyfikowany dari Polandia dengan kadar sekitar 96% ABV. Minuman ini legal dijual, tetapi tidak dianjurkan diminum langsung dan biasanya harus dicampur terlebih dahulu.

      Alkohol 19,7 apakah tinggi?

      Tergantung jenis minumannya. Jika dibandingkan dengan bir (sekitar 4%–5%) atau wine (sekitar 12%), kadar 19,7% ABV sudah tergolong tinggi. Kadar ini umumnya ditemukan pada fortified wine, seperti Port Wine, atau beberapa jenis sake.

      Namun, jika dibandingkan dengan minuman spirit yang umumnya memiliki kadar 40% ABV atau lebih, angka 19,7% masih tergolong sedang.

      Get Voucher Reserve